Sunday, September 4, 2011

Erti Sehelai Daun

Assalamualaikum.. Alhamdulillah.. hari ini ramai dah kembali memulakan kerja.. Tetapi lady dari semalam dah start kerja.. dalam keadaan yang mamai-mamai lagi.. Tak mampu lagi menjalani rutin harian setelah lama bercuti.. Seperti biasa.. lady suka meneroka dunia maya ini tuk mencari ketenangan daripada keserabutan masalah hidup yang pelbagai.. :D..

Sebenarnya kehadiran masalah itu bagus.. salah satu sebab adalah ia membuatkan kita akan menjadi rajin.. rajin mencari inisiatif lain untuk menyelesaikan masalah tersebut.. Andai penat.. mencari sesuatu yang boleh menghilangkannya seketika. Kita tidak akan mampu lari daripada masalah, hanya orang yang PENAKUT dan tidak dapat menerima realiti hidup sahaja yang akan lari daripada masalah. Xnak hurai tentang masalah, nanti jiwa terbelit lagi :P..

Time cari penyegar minda, lady terjumpa satu artikel daripada satu forum.. Artikel motivasi.. Lady nak kongsikan artikel ini di sini.. Insya-Allah boleh mendamaikan.. :)
Pada sebatang pohon kecil, hiduplah beberapa daun yang tumbuh bersama. Di antara daun-daun tersebut terdapat sebuah daun yang sangat besar dan kuat. Daun itu diagung-agungkan karena kekuatannya. Dialah yang dianggap pelindung bagi daun-daun lainnya dari badai, hujan, panas matahari yang terik, dan bahaya lainnya.

Suatu ketika datanglah musim kemarau yang panjang. Daun-daun di pohon kecil itu mulai layu karena tidak mendapat air dan makanan. Daun besar yang tadinya kuat dan besar mulai terlihat keriput. Ia berusaha melindungi daun-daun lainnya dari matahari yang bersinar sangat terik sehingga daun2 sahabatnya itu tidak kehilangan air lebih banyak lagi.
Hari berganti hari,daun besar itu sudah sampai pada puncak usahanya. Ia mulai sobek-sobek sehingga sinar matahari mulai menembusnya. Ia mulai kehilangan kekuatannya dan daun-daun lainnya pun sudah mulai mengabaikannya karena ia tidak kuat
lagi seperti dulu.

Beberapa hari kemudian daun besar itu merasa tidak kuat lagi akhirnya ia berkata kepada teman-temannya : Teman-teman aku tidak lagi mempunyai kekuatan untuk melindungi kalian, aku akan gugur. Selamat tinggal. Setelah berkata demikian akhirnya daun besar itu pun gugurlah. Musim kemarau terus berlanjut, daun-daun di pohon kecil itu saling bertahan untuk hidup.
Mereka sama sekali sudah melupakan daun besar yang telah berjasa melindungi mereka sehingga mereka dapat bertahan sampai sekarang.
Musim kemarau tidak juga berakhir. Daun-daun di pohon kecil itu sudah mulai kehilangan harapan. Mereka merasa sangat kelaparan, kehausan dan akan mati.

Di saat mereka putus asa, tiba tiba dirasakan adanya air dan makanan dari tanah. Mereka terheran-heran akan adanya keajaiban itu. Setelah lama mencari-cari, mereka menyadarinya. Mereka melihat bahwa daun besar itu sudah membusuk dan menghasilkan air dan sari makanan bagi mereka.
Akhirnya dengan air dan sari makanan dari daun besar tadi, daun daun di pohon kecil itu berhasil bertahan sampai musim hujan datang.
Daun-daun di pohon kecil itu sangat menyesal karena telah melupakan daun besar itu. Padahal sampai akhir hayatnya daun besar itu tetap menjadi pahlawan bagi daun-daun lainnya.

Renungan bagi kita, Janganlah menilai seseorang dengan penampilan dan kekuatannya. Tuhan memberikan bantuan kepada kita melalui siapa saja bahkan melalui orang yang kita anggap telah jatuh dan hina. Ingatlah rencana Tuhan itu ajaib dan tidak pandang bulu terhadap semua hambanya.
 Petikan diambil daripada BlueFrame

21 comments:

S..U..D..@..I..S said...

Huh hebat pengajaran yg cuba disampaikan
ambil iktibar darinya, jgn cepat lupa jasa dan budi

puteraduyong said...

itu baru daun...belum masuk lagi batang, akar, dahan... lagi banyak peranan... ;)

insan_marhaen said...

Yang besar dan hebat pun satu hari akan lemah dan gugur. Yang baru pula akan menjadi pengganti.

naim said...

Satu entry best.. :)

Kamsiah said...

salam
lamanya tak datang ngacau lady..kuih raya ada lg ke,,.:)

Tuhan tak menjadikan sesuatu tu sia2..hatta sehelai bulu roma sekalipun..semuanya ada faedah,ada manfaatnya..bg yg mahu berfikir

Mario said...

wah...hebat artikel ni...

missSenget said...

yang banyak berjasa pun mudah dilupakan..

apetah lagi kite yg takda jasa ni.. T__T

LadyBird said...

Sudais :

betul2.. pengajaran daripadanya adalah jangn jadi seperti kcg lupakan kulit.. bila susah br ingt balik..

LadyBird said...

putera duyung :
betul2x.. masing2 mempunyai peranan masing2.. kene hargai antr satu dengan yg lain..

LadyBird said...

insan_marhain :

silih bergantian.. yg kuat tetap akan lemah.. mmg sifat manusia mcm tu.. maka time kuat.. kene pandai2lah hargai yg lemah.. supaya time kite lemah.. org tetap akan hargai kiter..

LadyBird said...

Naim :
tocer2.. entry org lain nih.. terjumpa time blogwalking.. tp x disertakan penulis..

LadyBird said...

kamsiah :

wsalam kak..
ade kak.. kuih byk lagi.. huhuhu
betul kak.. tidak ade sesuatupun ciptaan Alalh tidak berfungsi.. walaupun seketul batu yg tidak bernyawa tu pun besar peranannya..

LadyBird said...

Mario :
Hebat.. Alhamdulillah.. teringin nak mengenali penulisnya..pasti lagi hebat.. Insya-Allah..

LadyBird said...

MissSenget :

:( tu la pasal.. xpe.. meh kite cube berjasa pd org.. walaupun nmpk kecik.. kalau niat kite besar..pasti ia akan jadi besar.. insya-Allah..

Nizam Ijam said...

entry nie hebat..hehe

tehr said...

itlah sepatutnya kita
menabur bakti biar pun setelah mati

orang kata buat amal jariah

eiela said...

bagus artikel nih, terima kasih sebab berkongsi.

LadyBird said...

Nizam :

tq Nizam :)

LadyBird said...

tehr :

betul3x.. salah satu cr dengan menulis ilmu dalam blog.. nanti lps kite mati.. ilmu tu ttp dpt membantu org lain..insya-Allah ~

LadyBird said...

eila : sama2 kasih eila..

Anonymous said...

tul2,
bile ALLAH. nk jdkn sthin'
xde owg leh halang,

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...